A Throne Built On Trauma : Why History’s Darkest Chapter Began Within A Single Heart?

Hi, guys... Ketemu lagi dengan aku nihhh... Hari ini aku bebas dari tugas kuliah, karena aku tinggal perbaikan skripsi aku yaaa... So, semangat buat diriku, semangat buat kalian yang masih sekolah.

Oh, iyaaa... Merry Christmas 2025 🎄🎅 bagi yang merayakan, bagaimana dengan harapan kalian? Bagaimana juga dengan kegiatan Natal kalian bersama dengan keluarga, sahabat atau pacar kalian kemarin? Coba kalian ceritakan mungkin padaku, karena aku ingin tahu cerita hari Natal kalian semua para pembacaku di tanggal 25 Dessember yang sudah berlalu. Happy New Year 2026 👼👼 Aku ingin nanya sesuatu sama kalian, apa resolusi kalian di tahun yang baru saja berganti pada malam ini ini? Kalau aku resolusi tahun ini adalah aku ingin buka bisnis aku sendiri, aku ingin membahagiakan orang-orang terdekat, membantu orang-orang, aku juga ingin berbagi ke anak-anak yang kelaparan, aku ingin semua keinginan aku terpenuhi tahun depan. Kalau kalian apa?

Anyway, aku minta maaf jika aku ada kesalahan pada kalian semua, baik disengaja atau tidak. Karena bisa aja besok adalah hari terakhir, kita ga akan pernah tahu kapan kita dipanggil. Jadi maafin aku yaa... Kan kita harus saling memaafkan katanya sahabat aku yaitu Fatiha. 😊

Anyway, how are you guys? Kalau aku lagi super duper pusing banget ya, karena perjalanan masih panjang dan rasanya lelah banget, skripsi aku masih banyak revisi, tapi harus semangat. 😫😫

Makanya aku healing dengan menulis blog ini, aku ingin memberikan informasi dan cerita pada kalian mengenai salah satu tokoh sejarah yang membuat dunia menjadi seram yaitu Aldof Hitler. Aldof Hitler sebenarnya dari Austria, melepaskan kewarganegaraannya 1925, menjadi warga negara Jerman tanggal 25 Februari 1932.

Bagaimanakah kisah Aldof Hitler ini yaa?? Kenapa ia bisa sekejam itu gitu loohh? 

Langsung kita bahas yuk!! Inilah "A Throne Built on Trauma : Why History’s Darkest Chapter Began Within A Single Heart?"... (Takhta Yang Dibangun Di Atas Trauma : Mengapa Bab Tergelap Sejarah Dimulai Dari Dalam Satu Hati?)

Seperti yang aku jelaskan, Aldof Hitler berasal dari Austria, lahir di Braunau am Inn yaitu sebuah kota kecil di dekat perbatasan Austria-Jerman pada tanggal 20 April 1889, dirinya adalah anak ke 4 dari 6 bersaudara, ayahnya bernama Alois Hitler dan ibunya bernama Klara Hitler. Anyway, Alois itu dikenal sebagai pegawai pemerintahan dan pahlawan dari Austria, sementara istrinya itu seorang ibu rumah tangga biasa yang penyayang. Sayangnya, hubungannya Aldof dan ayahnya buruk, karena sang ayah sebenarnya memiliki sifat yang keras, otoriter  dan pemaksa. Tapi hubungannya dengan ibunya justru lebih baik.


Otoriter dalam keluarga itu adalah pola asuh di mana orang tua menerapkan aturan yang sangat ketat, kontrol tinggi dan sedikit ruang untuk diskusi atau pendapat anak, fokus pada kepatuhan dan disiplin melalui perintah, larangan serta hukuman, dengan komunikasi satu arah dan kurang memperhatikan emosi anak, yang seringkali bertujuan membentuk anak bertanggung jawab, sebenarnya namun bisa berdampak negatif pada kepercayaan diri, emosi dan masa depan anak.

Anyway, Alois sering memukuli dan memarahi Aldof, karena Aldof tumbuh dengan karakter ayahnya yang cukup tidak baik menumbuhkan kemarahan dan kebencian dalam dirinya.

Masa sekolahnya dirinya itu bukan murid yang berprestasi. Ia cerdas tetapi malas mengikuti aturan dan sering memberontak pada guru. Ia tidak menyukai mata pelajaran matematika dan sains, tapi ia suka sejarah dan seni, karena itu ia suka menggambar. Nilainya memang buruk sehingga akhirnya ia gagal menyelesaikan pendidikan formal dengan baik.

Meskipun pendidikan formalnya gagal, ia memiliki impian yaitu menjadi pelukis atau seniman. Namun ketika ia ingin masuk ke Akademi Seni Rupa Wina ditahun 1907-1908, ia ditolak 2 kali, karena kemampuannya yang tidak bisa menggambar manusia. Ia menjadi semakin sedih, karena kehilangan orang yang sayang sama dirinya dan menjadi pelindungnya, karena kanker payudara yang diderita oleh ibunya pada tahun 1907.

Karena penolakan tersebut dinilai sangat melukai hatinya dan ia kehilangan ibunya membuat dirinya jatuh dalam kemiskinan, kesepian dan rasa dendam terhadap dunia yang tidak adil baginya. Namun ia harus bertahan demi melanjutkan hidupnya.

"Apa sih yang dilakukan Aldof Hitler untuk melajutkan hidup, Yomi?"

Nah, untuk mencukupi hidupnya, dirinya harus tinggal di rumah penampungan tunawisma (Istilah untuk orang yang tidak memiliki tempat tinggal tetap atau rumah, sering kali tidur di jalanan.) sambil menjual lukisan kecil bergambar bangunan dan hidup dari sumbangan. Di Wina tahun 1908 hingga 1913, ia suka menghabiskan waktunya dengan membaca banyak buku politik ekstrem dan mendengarkan pidato nasionalis. Dalam kondisi yang terbilang gagal dan diasingkan, ia mulai menyerap ide antisemitisme dan nasionalisme radikal, mencari kambing hitam atas penderitaannya. Masa sulitnya ini berlangsung saat ia berusia 19 sampai 24 tahun. 

Antisemitisme adalah prasangka, diskriminasi, atau kebencian terhadap orang Yahudi, yang dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk mulai dari ujaran kebencian, stereotip negatif, teori konspirasi, hingga kekerasan fisik dan seringkali mengaitkan orang Yahudi dengan ide-ide berbahaya seperti penguasaan dunia atau ketidaksetiaan, yang sejarahnya sudah ada sejak zaman kuno dan terus beradaptasi hingga kini. 

Nasionalisme radikal adalah ideologi yang menempatkan bangsa dan negara di atas segalanya, seringkali dengan mengusung identitas nasional yang kuat, eksklusif (menciptakan "kita" vs "mereka"), dan menuntut loyalitas penuh, bahkan sampai menggunakan cara-cara ekstrem atau non-kooperatif untuk mencapai tujuan nasionalis, seperti menolak kolaborasi dengan penjajah atau menuntut perubahan sosial dan politik yang drastis demi kemajuan bangsa.

Rician waktu selama 5 tahun di Wina :

  • Usia 19 tahun (1908) : Setelah ibunya meninggal dan ia gagal masuk akademi seni untuk kedua kalinya, uang warisannya mulai habis. Ia mulai hidup berpindah-pindah. 
  • Usia 20–21 tahun (1909–1910) : Ini adalah titik terendahnya. Ia benar-benar menjadi tunawisma dan harus tidur di bangku taman atau tempat penampungan sementara sebelum akhirnya menetap di asrama pria di Meldemannstraße. 
  • Usia 21–24 tahun (1910–1913) : Di usia ini, ia bertahan hidup dengan menjual lukisan kartu pos dan gambar bangunan yang ia lukis ulang. Di sela-sela waktu inilah ia sangat aktif membaca buku-buku politik dan mulai membentuk ideologi radikalnya. 
  • Usia 24 tahun (Mei 1913) : Ia akhirnya meninggalkan Wina dan pindah ke Munchen, Jerman, tepat setahun sebelum Perang Dunia I pecah.
Setelah pindah ke Munchen di usia 24 tahun (1913), hidupnya tidak langsung membaik. Ia pindah ke sana sebenarnya untuk menghindari wajib militer di Austria - Hungaria, karena ia merasa lebih memiliki ikatan emosional dengan bangsa Jerman daripada kekaisaran Austria yang multietnis.

Fase krusial berikutnya dalam hidupnya yang berusia 24 tahun : 

  • Perang Dunia I : Titik Penentu (Usia 25–29)
    • Ketika Perang Dunia I pecah pada tahun 1914, Hitler yang saat itu berusia 25 tahun mendaftar sebagai relawan di Angkatan Darat Bavaria (Jerman). Perang ini memberinya tujuan hidup yang selama ini hilang di Wina. Ia bertugas sebagai kurir pesan (meldegänger), sebuah tugas yang berbahaya. Ia mendapatkan medali Iron Cross kelas satu, meskipun pangkatnya tidak pernah naik lebih dari Kopral (Gefreiter). 
  • Kekalahan Jerman dan Rasa Dikhianati (Usia 29) 
    • Saat Jerman kalah pada 1918, Hitler sedang dirawat di rumah sakit karena serangan gas yang membuatnya buta sementara. Mendengar Jerman menyerah, ia merasa sangat hancur. Di sinilah ia mulai meyakini teori konspirasi "Tikaman dari Belakang" (Dolchstoßlegende), yaitu keyakinan bahwa tentara Jerman tidak kalah di medan perang, melainkan dikhianati oleh politisi, komunis, dan Yahudi di dalam negeri.
  • Masuk ke Dunia Politik (Usia 30)
    • Pada tahun 1919, setelah perang selesai, ia ditugaskan oleh militer untuk memata-matai sebuah partai kecil bernama Partai Pekerja Jerman (DAP). Namun, alih-alih hanya memata-matai, ia justru tertarik dengan ide-ide mereka, bergabung, dan berkat kemampuan pidatonya, ia segera mengambil alih kepemimpinan partai tersebut yang kemudian berubah nama menjadi NSDAP (Nazi).

Hitler yang sebenarnya dari Austria memutuskan melepaskan kewarganegaraannya pada tahun 1925, cuma ia menjadi warga negara Jerman pada bulan Februari 1932, yang saat itu usianya 43 tahun. Jadi ia itu tercatat tidak menjadi warga negara mana pun selama 7 tahun, karena Adolf Hitler secara resmi melepas kewarganegaraan Austria-nya pada tanggal 7 April 1925, karena beberapa alasan strategis dan ideologis, terutama untuk mengejar ambisi politiknya di Jerman.

Alasan lainnya :

  • Menghindari Ekstradisi
    • Ekstradisi adalah proses hukum penyerahan seseorang (tersangka atau terpidana kejahatan) dari satu negara (tempat ia berada) ke negara lain yang meminta, untuk diadili atau menjalani hukuman atas tindak pidana yang dilakukan di wilayah negara yang meminta, berdasarkan perjanjian kerja sama antarnegara dan asas timbal balik (double criminality). Ini adalah mekanisme penting untuk mengatasi kejahatan lintas batas, memastikan tidak ada tempat persembunyian bagi pelaku kejahatan.
  • Setelah keterlibatannya dalam peristiwa Beer Hall Putsch yang gagal pada tahun 1923, pemerintah Bavaria di Jerman berusaha mendeportasinya kembali ke Austria. Dengan melepaskan kewarganegaraan Austria, risiko ekstradisi tersebut menjadi hilang karena Austria menolak permintaannya dengan alasan dinas militernya di Angkatan Darat Jerman membatalkan kewarganegaraan Austria nya. 
  • Mengejar Karir Politik di Jerman
    • Sebagai warga negara asing, ia tidak dapat memegang jabatan publik atau mencalonkan diri dalam pemilihan di Jerman. Ia ingin sepenuhnya mengabdikan dirinya untuk politik Jerman dan mendapatkan kewarganegaraan Jerman, yang diperlukan untuk ambisi politik tertingginya. 
  • Keyakinan Ideologis Pan-Jerman 
    • Hitler adalah seorang nasionalis Pan-Jerman yang kuat, yang percaya bahwa semua orang berbahasa Jerman (termasuk Austria) harus disatukan dalam satu "Jerman Raya" (Greater Germany). Dia merasa bahwa dirinya adalah orang Jerman, bukan Austria, dan telah bertugas di Angkatan Darat Jerman selama Perang Dunia I sebagai bukti kesetiaannya. 
  • Status Tanpa Kewarganegaraan Sementara

    • Setelah melepaskan kewarganegaraan Austrianya, Hitler menjadi tanpa kewarganegaraan (stateless) selama hampir tujuh tahun hingga akhirnya memperoleh kewarganegaraan Jerman pada Februari 1932 melalui sebuah proses politik yang rumit di negara bagian Brunswick.

Selama sekitar tujuh tahun tanpa kewarganegaraan (1925-1932), Hitler tetap aktif dalam dunia politik Jerman, berfokus pada pembangunan Partai Nazi dan mengkonsolidasikan kekuatannya.

Setelah Perang Dunia I (28 Juli 1914 sampai 11 November 1918), Hitler mulai masuk ke dunia politik, ia bergabung ke Partai Pekerja Jerman (Deutsche Arbeiterpartei atau DAP) yang kemudian berubah menjadi Partai NAZI (Nationalsozialist) atau NSDAP (Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei).

Kemampuan dalam berpidato dengan penuh emosi membuatnya cepat menonjol. Ia juga memanfaatkan rakyat Jerman yang saat itu kalah perang dan krisis ekonomi. Namun perlahan-lahan ia akhirnya menjadi pemimpin partai, kemudian ia diangkat menjadi Kanselir Jerman pada tahun 1933, lalu mengubah negara Jerman menjadi rezim diktrator totaliter.

Berikut timeline perubahan Jerman setelah Perang Dunia I :

Tahun 1918

  • Jerman kalah dalam Perang Dunia I
  • Kaisar Wilhelm II turun tahta
  • Republik Weimar dibentuk
Tahun 1919
  • Perjanjian ditanda tangani 
    • Jerman kehilangan wilayah
    • Dilarang punya tentara
    • Wajib membayar ganti rugi perang
  • Hitler bergabung dengan Partai Buruh Jerman (cikal bakal Partai NAZI)
Tahun 1920
  • Partai NAZI resmi berdiri
  • Simbol swastika digunakan
    • Simbol swastika Jerman (disebut Hakenkreuz atau salib kait) adalah simbol kuno yang dibajak oleh Nazi Jerman, digambarkan sebagai swastika hitam miring 45 derajat dalam lingkaran putih di latar belakang merah, melambangkan ideologi rasial Nazi dan digunakan di bendera Nazi dan negara dari tahun 1933 hingga 1945. Meskipun swastika secara historis adalah simbol keberuntungan dan spiritualitas di berbagai budaya, Nazi menggunakannya untuk mewakili "kemenangan manusia Arya", menjadikannya simbol kebencian, antisemit dan supremasi kulit putih yang saat ini dilarang di Jerman dan banyak negara lain.
  • Program 25 poin Nazi diumumkan (Nasionalisme & anti Yahudi)

Tahun 1923

  • Krisis ekonomi & hiperinflasi parah
  • Kudeta Beer Hall Putsch gagal
  • Hitler dipenjara (menulis Mein Kampf)

Tahun 1924

  • Hitler bebas dari penjara
  • Mengubah strategi yaitu merebut kekuasaan lewat jalur legal
Tahun 1929

  • Depresi besar melanda dunia
  • Pengangguran massal di Jerman
  • Dukungan terhadap Nazi melonjak
Tahun 1932

  • Partai Nazi menjadi partai terbesar di parlemen
  • Hitler kalah dalam pemilu presiden, tapi kekuatan politiknya besar
Tahun 1933

  • Hitler diangkat menjadi Kanselir Jerman (pemimpin eksekutif utama yang setara dengan Perdana Menteri di negara-negara lain)
  • Kebakaran Reichstag (gedung parlemen Jerman di Berlin yang bersejarah)
  • Undang-undang Darurat (Kebebasan sipil dicabut)
  • Partai selain Nazi dibubarkan
  • Kamp konsentrasi pertama (Dachau) dibuka
    • Kamp ini berfungsi sebagai kamp konsentrasi terutama untuk tahanan politik. Berbeda dengan kamp pemusnahan (seperti Auschwitz), Dachau pada awalnya didirikan sebagai fasilitas penahanan dan kerja paksa, bukan sebagai pusat pembunuhan massal sistematis dengan gas pada tahap awal operasinya. 
    • Hingga tahun 1941-1942, mayoritas tahanan adalah orang Polandia, Ceko, dan individu Jerman lainnya.
Tahun 1934
  • Night of the Long Knives (Pembersihan lawan internal)
  • Presiden Hindenbrug meninggal, akibat usia tua dan kanker paru-paru
  • Hitler menggabungkan jabatan Führer
    • Führer (atau Fuhrer) adalah kata bahasa Jerman yang berarti "pemimpin" atau "pemandu," namun istilah ini paling dikenal sebagai gelar diktator Adolf Hitler di Jerman Nazi, yang menyatukan jabatan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dengan gelar Führer und Reichskanzler (Pemimpin dan Kanselir Reich) setelah kematian Presiden Hindenburg pada tahun 1934, melambangkan kekuasaan absolutnya melalui prinsip Führerprinzip (asas pemimpin).
Tahun 1935
  • Hukum Nuremberg
    • Undang-Undang Nuremberg 1935 (diskriminasi rasial Nazi) dan Prinsip Nuremberg (pedoman kejahatan perang pasca-Perang Dunia II), yang keduanya berasal dari kota Nuremberg, Jerman, tempat Nazi berkuasa dan Pengadilan Nuremberg diadakan. Undang-Undang 1935 merampas hak-hak Yahudi, sementara Prinsip-prinsipnya menetapkan bahwa individu bertanggung jawab atas kejahatan internasional, membedakan hukum pidana dari hukum negara dan menjadi dasar hukum internasional modern.
    • Karena Hukum Nuremberg, Yahudi kehilangan kewarganeraan.
  • Wajib militer diberlakukan kembali
  • Produksi senjata besar-besaran
Tahun 1936
  • Tentara Jerman masuk Rhineland
    • Wilayah bersejarah yang kurang terdefinisi di Jerman bagian barat, membentang di sepanjang Sungai Rhine, dikenal sebagai jantung industri dan pedesaan dengan kastil-kastil serta kebun anggur yang indah. Wilayah ini memiliki signifikansi historis besar, terutama setelah Perang Dunia I saat menjadi zona pendudukan Sekutu dan menjadi lokasi demiliterisasi penting yang dilanggar Hitler pada tahun 1936, memicu ketegangan sebelum Perang Dunia II
  • Olimpiade Berlin (propaganda internasional)
    • Olimpiade Berlin 1936 adalah Olimpiade Musim Panas ke-11 yang diadakan di Berlin, Jerman, dari 1-16 Agustus, dimanfaatkan rezim Nazi Adolf Hitler sebagai alat propaganda untuk mempromosikan citra Jerman yang kuat dan toleran, sambil menyembunyikan rasisme dan kebijakan antisemitnya; Olimpiade ini terkenal karena atlet Afrika-Amerika Jesse Owens memenangkan 4 medali emas, menentang teori superioritas ras Arya Nazi, dan menandai pertama kalinya estafet obor Olimpiade diperkenalkan.
    • Dalam upaya untuk menandai kembalinya Jerman ke masyarakat dunia setelah kekalahan dalam Perang Dunia I, Komite Olimpiade Internasional menganugerahkan Olimpiade tersebut kepada Jerman pada tahun 1931, sebelum Adolf Hitler naik ke tampuk kekuasaan.
  • Pakta Poros awal dengan Italia
    • Pakta Poros awal dengan Italia dimulai dari hubungan Jerman-Italia yang semakin erat, ditandai dengan Pakta Baja (May 1939) antara Jerman dan Italia, lalu diperluas menjadi aliansi militer besar melalui Pakta Tripartit (September 1940) bersama Jepang, membentuk Blok Poros resmi melawan Sekutu dalam Perang Dunia II, di mana Italia sebagai sekutu utama bersama Jerman dan Jepang.
    • Pakta Tripartit adalah aliansi militer yang ditandatangani pada 27 September 1940 di Berlin oleh Jerman, Italia, dan Jepang, membentuk Blok Poros selama Perang Dunia II, yang bertujuan untuk saling membantu jika salah satu diserang oleh negara yang belum terlibat perang dan untuk mendirikan tatanan dunia baru di Eropa dan Asia Timur Raya.
Tahun 1938
  • Anschluss : Austria dianeksasi
    • Anschluss adalah istilah bahasa Jerman yang berarti "penyatuan" atau "penggabungan," yang secara historis merujuk pada aneksasi Austria oleh Jerman Nazi pada Maret 1938, sebuah peristiwa yang memicu kekerasan, terutama terhadap orang Yahudi, dan mengukuhkan kekuasaan Hitler sebelum Perang Dunia II. Istilah ini digunakan dalam propaganda Nazi untuk menggambarkan penggabungan yang mereka klaim sebagai reuni "tanah air," meskipun itu adalah aneksasi militer yang dipaksakan.
    • Penyebab :
      • Tekanan dan Intimidasi: Hitler menggunakan tekanan politik, propaganda, dan mengintimidasi pemerintah Austria yang bersimpati pada Nazi.
      • Invasi Tanpa Perlawanan: Pasukan Jerman memasuki Austria pada 12 Maret 1938, disambut oleh banyak orang Austria dan minimnya perlawanan militer.
      • Referendum Propaganda: Sebuah pemungutan suara (plebisit) kemudian diadakan dengan hasil yang dipalsukan untuk menunjukkan dukungan mayoritas rakyat Austria, meskipun banyak yang dilarang memilih.
    • Tujuan :
      • Propaganda Nazi : Menciptakan kesan "kembalinya ke tanah air" (Heimkehr) bagi orang-orang berbahasa Jerman dan menunjukkan kekuatan serta kehendak Hitler. 
      • Penyatuan Ras : Menggabungkan semua orang Jerman ke dalam satu negara besar (Großdeutschland) di bawah kekuasaan Nazi, sesuai dengan ideologi rasial mereka. 
      • Perluasan Wilayah : Memperluas wilayah Jerman Raya (Lebensraum) dan mengamankan sumber daya serta kekuatan militer.
      • Mengatasi Perjanjian Versailles : Melanggar larangan penyatuan Austria dan Jerman yang ditetapkan oleh Perjanjian Versailles setelah Perang Dunia I.
  • Kristallnacht (Pogrom Yahudi besar-besaran)
    • Kristallnacht (Dalam bahasa Jerman artinya "Malam Kristal") atau yang lebih sering diterjemahkan sebagai Malam Kaca Pecah, adalah gelombang teror dan pogrom (kerusuhan terorganisir) anti-Yahudi dengan aksi kekerasan yang terjadi di seluruh wilayah Jerman Nazi dan daerah aneksasinya pada tanggal 9 dan 10 November 1938.
    • Peristiwa ini menandai eskalasi kekerasan yang signifikan dalam penganiayaan orang Yahudi oleh rezim Nazi dan dianggap sebagai salah satu peristiwa kunci yang mengarah pada Holocaust, yaitu genosida terhadap sekitar enam juta Yahudi Eropa selama Perang Dunia II atau suatu program pembunuhan sistematis yang didukung oleh negara Jerman Nazi, dipimpin oleh Adolf Hitler dan berlangsung di seluruh wilayah yang dikuasai oleh Nazi. (Ini mengingatkan aku pada kejadian 1998, seperti rumah dibakar dan banyak orang-orang rasis terhadap etnis tertentu.)
    • Sasaran Kekerasan : Pasukan paramiliter Nazi (seperti SA) dan warga sipil yang terkoordinasi melakukan serangan terencana terhadap komunitas Yahudi.
    • Kerusakan : Lebih dari 7.000 toko dan bisnis milik Yahudi dirusak, dan pecahan kaca dari jendela-jendela yang hancur berserakan di jalan-jalan, memberikan nama "Malam Kaca Pecah".
    • Pembakaran : Ratusan sinagoge dibakar di seluruh Jerman, dengan petugas pemadam kebakaran dan polisi diperintahkan untuk tidak campur tangan kecuali jika api mengancam bangunan non-Yahudi.
    • Korban Jiwa dan Penangkapan : Lebih dari 90 orang Yahudi dibunuh selama kerusuhan tersebut, dan sekitar 30.000 pria Yahudi ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi untuk pertama kalinya dalam skala besar hanya karena identitas Yahudi mereka.
  • Sudetenland diambil dari Cekoslowakia
    • Populasi Jerman : Sudetenland memiliki populasi etnis Jerman yang signifikan, yang merasa tertindas oleh pemerintah Cekoslowakia
    • Ambisi Hitler : Adolf Hitler menggunakan isu ini sebagai alasan untuk mencaplok wilayah tersebut, yang merupakan bagian dari rencana ekspansionisnya untuk menciptakan "Jerman Raya" (Greater Germany).
    • Pakta München (September 1938) : Inggris, Prancis, Italia, dan Jerman bertemu di München dan memutuskan untuk menyerahkan Sudetenland kepada Jerman tanpa persetujuan Cekoslowakia, dengan harapan menghindari perang. 
    • Aneksasi : Jerman secara resmi menganeksasi Sudetenland pada 1 Oktober 1938, setelah perjanjian tersebut. 
    • Invasi dan Pembubaran : Setelah menduduki Sudetenland, Jerman menginvasi sisa Cekoslowakia pada Maret 1939, mendirikan Protektorat Bohemia dan Moravia, membubarkan negara tersebut sepenuhnya dan menandai berakhirnya Cekoslowakia yang merdeka sebelum Perang Dunia II.
Tahun 1939
  • Jerman menguasai seluruh Cekoslowakia
    • Pada tahun 1939, Cekoslowakia mengalami pembubaran drastis akibat tekanan Nazi Jerman : Setelah kehilangan wilayah Sudetenland pada 1938, pada Maret 1939, Slovakia memproklamasikan kemerdekaan sebagai negara satelit Jerman, sementara sisa wilayah Ceko (Bohemia dan Moravia) diinvasi Jerman dan dijadikan Protektorat Bohemia dan Moravia, menandai akhir dari negara Cekoslowakia dan awal pendudukan Jerman yang berlangsung.
    • Kronologi :
      • Awal 1939 : Republik Cekoslowakia Kedua yang lebih kecil dan otonom, mencoba bertahan setelah Perjanjian Munich (1938). 
      • 14 Maret 1939 : Republik Slowakia Pertama memisahkan diri di bawah tekanan Jerman sebagai negara boneka dengan kedaulatan terbatas. 
      • 15 Maret 1939 : Pasukan Jerman menginvasi Bohemia dan Moravia. Presiden Emil Hácha dipaksa menandatangani "permohonan" agar pasukan Jerman masuk, dan wilayah itu menjadi Protektorat Jerman. 
      • 16 Maret 1939 : Hitler secara resmi memproklamasikan Protektorat Bohemia dan Moravia, menjadikan Hácha sebagai presiden nominal yang tidak berdaya. 
      • Adolf Hitler bunuh diri pada tanggal 30 April 1945, karena ia menghadapi kekalahan telak dalam Perang Dunia II dan ingin menghindari penangkapan oleh pasukan Sekutu, terutama Tentara Merah Uni Soviet. Ia tidak ingin mengalami nasib yang sama memalukannya dengan diktator Italia Benito Mussolini, yang ditangkap, dieksekusi, dan mayatnya dipertontonkan di depan umum.
        •  Alasan lainnya :
          • Situasi Perang Memburuk : Pada akhir April 1945, Berlin telah sepenuhnya dikepung oleh pasukan Soviet, dan jelas bahwa Jerman akan kalah perang. Serangan balasan terakhir yang diperintahkan Hitler terbukti mustahil dilakukan.
          • Menghindari Penghinaan : Bagi Hitler, penangkapan oleh musuh akan menjadi penghinaan terbesar, bertentangan dengan prinsip Nazi yang mengutamakan kematian terhormat daripada aib. Ia ingin mengontrol nasibnya sendiri.
          • Idealogi & Pengendalian Narasi : Dengan bunuh diri, ia berharap dapat mempertahankan citra dirinya sebagai pemimpin yang berjuang hingga akhir, dan mencegah musuh mengadili serta mengeksekusinya di depan umum atas kejahatan perang yang dilakukannya.
          • Kesehatan Menurun : Kesehatan Hitler memang memburuk di hari-hari terakhirnya, diperparah oleh stres dan berbagai obat yang dikonsumsinya, yang mungkin juga memengaruhi keputusannya.
      • Akhir 1939 : Gerakan perlawanan bawah tanah mulai terbentuk setelah demonstrasi mahasiswa dibalas dengan eksekusi oleh Nazi dan pemerintahan Cekoslowakia di pengasingan didirikan di London.
    • Dampak :
      • Cekoslowakia secara efektif berhenti ada sebagai negara merdeka. 
      • Wilayahnya dibagi menjadi Republik Slowakia (boneka Jerman), Protektorat Bohemia dan Moravia (dikuasai Jerman), serta wilayah yang dianeksasi oleh Hongaria. 
      • Pendudukan ini membawa kekerasan, termasuk pembunuhan massal warga sipil, terutama Yahudi dan kerja paksa
  • Pakta Non-Agresi Jerman - Uni Soviet
    • Dalam bahasa Indonesia "Pakta" itu artinya perjanjian, persetujuan atau kesepakatan.)
      • Pakta Non-Agresi Jerman-Soviet atau dikenal sebagai Pakta Molotov-Ribbentrop adalah perjanjian antara Nazi Jerman dan Uni Soviet yang ditandatangani pada 23 Agustus 1939, yang berisi janji untuk tidak saling menyerang selama 10 tahun. Pakta ini mengejutkan dunia karena perbedaan ideologi Nazi dan Komunis, dan mencakup protokol rahasia untuk membagi wilayah Eropa Timur, termasuk Polandia, menjadi lingkup pengaruh masing-masing. Perjanjian ini membuka jalan bagi invasi bersama ke Polandia, memicu Perang Dunia II, namun berakhir ketika Jerman menginvasi Soviet pada 1941.
    • Nama Lain : Pakta Hitler-Stalin, Pakta Nazi-Soviet. 
    • Tanggal Penandatanganan : 23 Agustus 1939 di Moskow. 
    • Pihak yang Menandatangani : Menteri Luar Negeri Jerman yaitu Joachim von Ribbentrop dan Menteri Luar Negeri Soviet yaitu Vyacheslav Molotov. 
    • Isi Publik : Jerman dan Uni Soviet berjanji tidak saling menyerang dan netral jika salah satu diserang pihak ketiga. 
    • Protokol Rahasia : Pembagian Eropa Timur (Polandia, Baltik, Finlandia) menjadi wilayah pengaruh Jerman dan Soviet. 
    • Dampak : Memungkinkan Jerman menginvasi Polandia (1 September 1939), diikuti invasi Soviet dari timur (17 September 1939), memulai Perang Dunia II. 
    • Akhir Pakta atau Perjanjian: Berakhir ketika Jerman melanggar pakta dan menginvasi Uni Soviet pada 22 Juni 1941 (Operasi Barbarossa).
  • Inflasi Polandia (1 September 1939)
    • Perang Dunia II berlangsung sampai 1945
    • Perang Dunia II berakhir pada tanggal 2 September 1945, karena kekalahan Kekuatan Poros, diawali dengan menyerahnya Jerman pada bulan Mei setelah bunuh dirinya Hitler dan jatuhnya Berlin, juga diakhiri secara resmi dengan menyerahnya Jepang pada 2 September 1945 setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.
HITLER'S LOVE STORY WITH A PHOTOGRAPHER

Anyway, jangan mengira kalau Si Hitler tidak memiliki kisah cinta. Dalam kehidupan pribadinya, Hitler yang berusia 40 tahun menjalin hubungan dengan Eva Braun yaitu seorang perempuan muda berusia 17 tahun yang sangat bucin dan setia sama Hitler. Eva pernah bekerja sebagai asisten di studio foto Heinrich Hoffmann (fotografer Hitler), pramuniaga dan pemegang buku serta kemudian lebih dikenal sebagai fotografer amatir yang mendokumentasikan kehidupan pribadi Hitler dengan kamera dan film berwarna miliknya sendiri. 

Anyway, Hitler pertama kali bertemu Eva Braun di München sekitar tahun 1929 atau 1930. Saat pertemuan pertama, Eva Braun yang berusia 17 tahun saat itu bekerja sebagai asisten serta model untuk Heinrich Hoffmann, fotografer pribadi Hitler.

Namun hubungan mereka dirahasiakan, karena Hitler ingin tampil sebagai "pemimpin yang mengabdi penuh pada bangsa". Karena hal ini, Eva sering kali diabaikan oleh kekasihnya, hidup dalam kesepian dan merasa tidak dianggap penting. Biasalah penyakit cewek, kalo dicuekin sama cowok yang ia sayang merasa dirinya gak penting buat cowok, tapi masih aja suka sama cowok itu.

Anyway, karena sifat cueknya Hitler yang cuek banget, Eva telah 2 kali mencoba untuk mengakhiri hidupnya sendiri sebelum akhirnya memilih untuk bertahan dalam hubungannya dengan Hitler. Meskipun hubungan mereka tidak setara, tapi Eva tetap bertahan, karena pengabdian Eva daripada cinta timbal balik. 

"Maksudnya apa, Yomita?"

Maksudnya, hubungan mereka bertahan bukan karena Hitler sangat mencintai Eva, (begitu juga dengan Eva) tapi lebih karena Hitler ingin melegitimasi hubunguan mereka dan memberikan status hubungan mereka atas kesetiaannya Eva yang selalu ada untuk dirinya, meskipun ia tidak selalu mendapatkan balasan cinta yang setara, so sad. 😭😭😭😭 Tapi gapapa lah, namanya juga perasaan kali yaa. Yang penting lanjutkan hidup aja daaaah.

Saat Perang Dunia II berbalik menghancurkan Jerman, Berlin dikepung pasukan sekutu. Karena dikepung saat itu, Hitler menyadari kekalahannya, tapi menolak ditangkap karena takut dipermalukan dan diadili. Pada tanggal 29 April 1945, Adolf Hitler menikahi Eva Braun di Führerbunker di Berlin, Jerman. Namun pada tanggal 30 April 1945, Hitler mengakhiri hidupnya dengan menembak dirinya  sendiri sementara sang istri yaitu Eva juga mengakhiri hidupnya dengan meminum racun sianida. Alasan Eva mengakhiri hidupnya, karena kesetiaan total, ketakutan hidup tanpa adanya Hitler dan penolakan hidup di dunia tanpa makna baginya.


Setelah Hitler ditemukan meninggal, Eva tetap setia dengan Hitler meskipun Hitler dikenal sebagai sosok yang cuek, karena jabatannya. Eva merasa tidak bisa melanjutkan hidupnya tanpa Hitler bersamanya, namun kematiannya Hitler membuat Eva hancur dan baginya cuma Hitler yang dirinya cintai gitu looh. Tapi kalau aku ada diposisinya Eva, kayaknya aku bakal mencoba untuk melanjutkan hidup aku. Aku ga mau hidup aku sia-sia, karena meninggalkan dunia buat bersama dengan cowok yang toxic dan memiliki ambisi menghancurkan.

Aldof Hitler yang terkenal mengerikan ternyata kehidupan percintaannya lebih rumit sih, ia cowok yang cuek namun pemikirannya toxic, karena melakukan hal-hal yang aku sebutkan. Tapi meski begitu Eva tetap setia gitu looh. Hitler ini manipulasi gitu. karena pemikirannya dan masa lalunya yang benar-benar kacau dan hancur emang.

Anyway, kalo masih bingung. "Hitler kan sudah meninggal dunia sebelum Perang Dunia II, terus apa hubungannya Hitler dengan Perang Dunia II?"

Memang betul, Hitler meninggal sebelum Perang Dunia ke II yang terjadi pada tanggal 1 September 1939. Tapi karena invasi Jerman ke Polandia pada 1939 di bawah kepemimpinan Adolf Hitler dan Hitler meninggal bunuh diri pada 30 April 1945 di bunkernya di Berlin saat Jerman sudah di ambang kekalahan total oleh Sekutu (terutama Uni Soviet). Kematian Hitler tidak mengakhiri Perang Dunia II secara langsung, tetapi terjadi menjelang akhir perang di Eropa (akhir Mei 1945) dan menjadi simbol berakhirnya rezim Nazi, yang akhirnya diikuti dengan penyerahan tanpa syarat Jerman dan berakhirnya perang di Eropa. So, hubungannya yaitu Hitler memicu perang dan kematiannya terjadi di akhir perang yang ia mulai dan menandai keruntuhan rezimnya.

For your information, tahun 1700-an itu sudah ada yang namanya rumah sakit jiwa yaa, cuma istilah dokter jiwa atau psikiatri pertama kali muncul itu tahun 1808.

Sebenarnya Hitler pernah sekali menjalani terapi psikolog, cuma tidak rutin dan bahkan hampir tidak pernah sama sekali gitu. Meskipun perilaku dan pemikirannya sangat menyimpang, ada beberapa alasan dan momen unik dalam sejarah terkait kesehatan mentalnya :

  • Satu-satunya "Sesi Psikologi" yang Tercatat (1924) 
    • Satu-satunya momen di mana Hitler pernah benar-benar diperiksa oleh seorang ahli jiwa adalah saat ia dipenjara di Penjara Landsberg pada tahun 1924 (setelah upaya kudeta yang gagal). 
    • Psikolog : Alois Maria Ott.
      • Alois Maria Ott adalah seorang psikolog laki-laki. Ia dikenal karena klaimnya sebagai psikolog yang mengevaluasi Hitler selama masa penahanannya di penjara Landsberg setelah peristiwa Beer Hall Putsch pada tahun 1924.
    • Hasilnya : Ott mencatat bahwa Hitler adalah sosok yang "histeris" dan "psikopat patologis". Namun saat itu istilah "psikopat" digunakan untuk menggambarkan kepribadian yang sangat antisosial, bukan diagnosa medis modern yang kompleks. Ott berhasil menenangkan Hitler yang saat itu sempat ingin melakukan mogok makan dan bunuh diri.
  • Pada akhir Perang Dunia I, Hitler mengalami kebutaan sementara setelah serangan gas. Beberapa sejarawan menduga ia dibawa ke rumah sakit militer di Pasewalk dan ditangani oleh Dr. Edmund Forster, seorang psikiater. 
    • Dugaan medisnya adalah "Hysterical Blindness" (kebutaan karena trauma psikis, bukan kerusakan fisik). Namun, catatan medis ini kabarnya dihancurkan oleh Gestapo (polisi rahasia Nazi) di kemudian hari untuk menjaga citra Hitler sebagai sosok yang "sempurna" dan kuat.
  • Kenapa ia menghindari psikolog? 
    • Karena Hitler memiliki ego yang sangat besar dan ideologi yang menganggap kelemahan mental sebagai aib. 
    • Ideologi Nazi : Mereka menganggap orang dengan gangguan mental sebagai "beban masyarakat". Jadi, bagi Hitler, mengakui bahwa ia butuh bantuan psikolog sama saja dengan mengakui bahwa ia adalah orang yang "cacat" menurut standarnya sendiri. 
    • Kekuasaan : Sebagai diktator, ia ingin terlihat sebagai sosok yang jenius dan tak tergoyahkan. Menjalani terapi akan merusak citra tersebut. 
  • Peran Dokter Pribadi : Theodor Morell 
    • Bukannya ke psikolog, Hitler justru sangat bergantung pada dokter pribadinya, Theodor Morell. 
    • Hubungan ini justru memperparah kondisi mentalnya, karena Morell memberinya berbagai macam suntikan setiap hari, termasuk vitamin, hormon, bahkan amfetamin (sabu-sabu). 
    • Penggunaan obat-obatan terlarang ini membuat Hitler sering mengalami euforia berlebih, paranoia, ledakan kemarahan, dan sulit tidur. Inilah yang membuat sifat "toxic"-nya makin meledak-ledak di akhir hidupnya. 
  • Analisis Psikolog Setelah Kematiannya 
    • Karena Hitler tidak pernah mau diperiksa secara resmi, para ahli jiwa modern hanya bisa melakukan analisis jarak jauh berdasarkan catatan sejarah. Beberapa diagnosa yang sering muncul adalah : 
      • Gangguan Kepribadian Narsistik : Merasa paling penting dan haus pujian. 
      • Gangguan Kepribadian Borderline : Emosi yang sangat tidak stabil (seperti yang kamu bilang, hubungan cinta yang sangat berantakan). 
      • Paranoia : Ketakutan berlebih bahwa semua orang akan mengkhianatinya. 

Hitler adalah contoh orang yang sangat membutuhkan bantuan profesional secara mental, tapi karena luka masa lalu, kekuasaan serta egonya, ia justru "mengobati" dirinya sendiri dengan narkoba dosis tinggi dari dokternya dan menjadi orang yang berbahaya untuk dunia. Hal inilah yang kemungkinan besar membuat hubungannya dengan Eva Braun (Eva Anna Paula Hitler) menjadi begitu hancur dan beracun.

Seharusnya kalau seandainya, ia mencoba untuk berdamai dengan dirinya sendiri dengan hal lebih baik. mungkin ia tidak akan melakukan hal berbahaya, tidak memiliki pemikiran yang menghancurkan dunia dan tidak memiliki ambisi untuk meracuni hubungannya sendiri dengan orang lain.

Luka yang diakibatkan masa kecil yang tidak terobati akan menjadi racun, ambisi tanpa empati adalah kehancuran, kekuasaan tidak bisa menggantikan kekosongan jiwa, bahaya dari "Kebenaran Mutlak" di kepala sendiri dan jangan menjadi monster, hanya karena pernah dipertemukan dengan monster yang melukai dirimu.


So, love yourself...

Love yourlife...

Bye bye...


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Adolf_Hitler

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5958457/profil-adolf-hitler-diktator-jerman-penyulut-perang-dunia-ii

https://www.google.com/search?udm=36&q=Adolf+Hitler

https://www.google.co.id/books/edition/Hitler_s_Religion/wnJIDQAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Adolf+Hitler&pg=PT297&printsec=frontcover

https://www.google.co.id/books/edition/Germany_1871_1945/QWqtAwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Nazi+biography&pg=PA235&printsec=frontcover

https://www.google.com/search?q=antisemitisme+adalah&oq=antisemitisme+&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUqBwgBEAAYgAQyBggAEEUYOTIHCAEQABiABDIHCAIQABiABDIHCAMQABiABDIHCAQQABiABDIHCAUQABiABDIJCAYQABgKGIAEMgcIBxAAGIAE0gEIMTc1MGowajeoAgiwAgHxBb1BFbPMoPyu&sourceid=chrome&ie=UTF-8

https://www.google.com/search?q=nasionalisme+radikal+adalah&oq=nasionalisme+radikal+adalah&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyCQgAEEUYORiABDIKCAEQABiiBBiJBTIKCAIQABiiBBiJBTIKCAMQABiABBiiBNIBCTE0NTg0ajBqOagCALACAA&sourceid=chrome&ie=UTF-8

Sumber lainnya : https://gemini.google.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

About Sexual Harassment (For Kartini's Day - 2025)

Keanekaragam Flora dan Fauna Sumatra Barat berserta Ciri-Cirinya